{"id":10512,"date":"2026-03-03T21:21:02","date_gmt":"2026-03-03T14:21:02","guid":{"rendered":"https:\/\/koptari.org\/?p=10512"},"modified":"2026-03-03T21:53:11","modified_gmt":"2026-03-03T14:53:11","slug":"kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/koptari.org\/en\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/","title":{"rendered":"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD)"},"content":{"rendered":"<p><strong>Sejarah Lahirnya SFD di Dongen<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Pe\u00adrancis pada tahun 1789. Sejak pecahnya Re\u00advolusi Perancis, Gereja dan hidup religius meng\u00adalami kekacauan. Kongregasi Religius dibu\u00adbarkan, semua religius secara paksa diusir ke luar dari biara mereka. Pada tanggal 8 No\u00adpem\u00adber 1796 pukul 11.00 para Suster Peniten Rekolek diusir dari biara mereka di Leu\u00adven. Semua harta benda disita. Mereka menyak\u00adsikan sendiri mebel mereka dijual oleh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"639\" height=\"426\" src=\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/suster-sfd.jpg\" alt=\"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD)\" class=\"wp-image-10513\" srcset=\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/suster-sfd.jpg 639w, https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/suster-sfd-400x267.jpg 400w, https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/suster-sfd-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 639px) 100vw, 639px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada tanggal 12 Nopember 1796, Pastor J. Proost&nbsp; memberi surat-surat resmi, juga untuk Muder Konstansia van der Linden dan Sr. Coletta Coop\u00ad\u00admans. Surat itu menyebutkan bah\u00adwa mereka benar-benar suster pro\u00adfes dari bi\u00adara Leuven, dan se\u00adka\u00ad\u00adligus menjadi surat rekomendasi untuk setiap orang yang dimintai per\u00adtolongan oleh para suster itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tanggal 29 Nopember 1796 &#8220;Suster-Suster Putih&#8221; (Suster-suster A\u00adgus\u00adtines) diusir lagi dari biara mereka. Dalam situasi keterpecahan (po\u00adrak-poranda), Roh Pemersatu te\u00adtap berbicara dalam lubuk hati Muder Kon\u00ad\u00ads\u00adtansia van der Linden, Sr. Coletta Coopmans,\u00a0\u00a0 Sr. Agustine Janssens dan Sr. Francoise Tim\u00admermants. Kerin\u00adduan yang besar untuk tetap hidup di dalam persekutuan religius mendo\u00adrong keempat suster itu untuk ber\u00adsatu. Maka Sr. Francoise dan Sr. A\u00adgus\u00adtine dari Kongregasi A\u00adgustines mem\u00adbina hubungan baik dengan Sr. Konstantia dan Sr. Coletta Coop\u00admans dari Pe\u00adniten Rekolek. Mereka sering bertemu di ru\u00admah ke\u00adluarga Tim\u00admer\u00admants. Dalam pembica\u00adraan-pembicaraan Sr. Agustine Jan\u00adssens meng\u00aduta\u00adrakan ide-ide. Dan dalam proses ini Sr. Agustine menjadi pendorong paling kuat. Ke\u00adempat suster sering berkumpul untuk men\u00adcari kesempatan guna meneruskan hidup mem\u00adbiara di luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Muder Konstansia menjadi penggerak uta\u00adma dalam usaha ini; Bagai\u00admanapun juga. &#8230;..hidup Religius harus diteruskan. Bila tidak mungkin di Belgia, di Belanda saja. Pastor An\u00adtonius van Gills, OFM dari Tilburg dan Pa\u00adter Kapusin, Linus van Oederode, Gardian di Leuven mempunyai peran besar bagi mulainya kembali Re\u00adformasi Limburg di Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p>Mu\u00adder Kon\u00adstansia sudah sampai di Belanda pada tahun 1798, sementara itu dia ting\u00adgal di Pas\u00adtoran Bokhoven sebagai pembantu rumah. Ti\u00addak lama kemu\u00addian Ny. Olifers de Bruyn sau\u00addara kandung Pastor de Bruyn mengundang para Suster pergi ke Waalwijk untuk mencari rumah yang mungkin dapat dipakai sebagai tempat tinggal.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat itu musim dingin hebat yang membuat mereka menggigil. Dalam keadaan amat mis\u00adkin mereka mendiami sebuah kamar besar ter\u00adbuat dari kayu di desa Be\u00adsooyen. Mereka tidak mempunyai apa-apa, tidak ada kur\u00adsi, meja, tempat tidur a\u00adtau\u00adpun selimut. Mereka tidur di lantai tanpa se\u00adlimut. Namun mereka membu\u00adat banyak orang kagum karena kesabaran, ke\u00adtabahan, dan cara mereka menerima ke\u00admis\u00adkinan ini dengan gembira. Segera Muder Kon\u00adstansia mulai mengajar anak-anak, dengan te\u00adnaga yang ada dengan segala kebutuhan yang serba kurang. Ma\u00adsyarakat di Waalwijk men\u00adcin\u00adtai para Suster.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tanggal 9 Nopember 1800, Muder Konstansia dan&nbsp; Sr. Fracoise pergi dari Waal\u00adwijk ke Breda untuk mencari rumah yang agak besar. Pada saat itu cuaca sa\u00adngat bu\u00adruk tetapi kedua suster telah merencanakan per\u00adjalanan itu maka harus ter\u00adjadi.Taufan dan badai yang mengamuk selama perjalanan tidak menjadi pengha\u00adlang bagi meeka. Ketika sampai di Do\u00adngen, kereta kuda yang mereka tumpangi itu, rodanya pu\u00adtus. Kusir tidak sanggup lagi mene\u00adruskan perjalanan. Melalui pe\u00adris\u00adtiwa taufan dan badai yang mengamuk dalam perjalanan itu Allah berbicara.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua Suster berdiri di pinggir jalan waktu hujan lebat. Beberapa o\u00adrang yang ramah me\u00adnun\u00adjukkan rumah Pastor Paroki, dan para sus\u00adter me\u00adnemui Pastor Paroki. Para suster men\u00adceritakan siapa mereka itu, dari ma\u00adna tempat asalnya dan apa maksud tujuan perjalanan me\u00adreka. Maka ter\u00adjadilah peristiwa yang tak ter\u00adlupakan. Lalu Pastor Antonius van Gils, OFM mengucapkan kata-kata yang bersejarah ini: &#8220;Suster-suster tidak per\u00ad\u00adlu pergi lebih jauh. Tempat ini sangat cocok untuk suster. Aku membutuhkan orang seperti kalian. Di sini ada kemungkinan yang sesuai de\u00adngan rencana suster&#8221; (MMJ).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat Gereja merayakan Pesta Tujuh Kedukaan Maria, Muder Kon\u00adstansia dan ka\u00adwan-kawannya bersama satu Novis, satu Pos\u00adtulan dan tu\u00adjuh anak asrama datang ke Do\u00adngen. Pada tanggal 26 MARET 1801 KONGREGASI BERDIRI. Kongregasi hidup menu\u00adrut Peraturan Reformasi Lim\u00adburg dari tahun 1634.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdorong oleh keyakinan bahwa para suster harus tetap memperbarui hidup da\u00adlam Roh, maka Muder Konstansia dan kawan- kawannya tidak hanya berpedo\u00adman pada apa saja yang telah mendarah daging bagi mereka, melainkan juga men\u00adjadi peka terhadap kebu\u00adtuhan masyarakat zaman mereka, sampai me\u00adreka malah mengorbankan cara hidup kon\u00adtem\u00adplatif yang sangat mereka cintai.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah melewati masa-masa sulit penuh pergulatan dan perjuangan yang berat selama beberapa puluh tahun, Kongregasi mulai lebih leluasa memberikan pela\u00adyanan ke\u00adpada masya\u00adrakat melalui pendidikan. Kongregasi juga men\u00addapat peluang untuk menyebarkan hidup religius dengan membuka Komunitas di Etten pada tahun 1920. Karena dituntut oleh situasi saat itu, Komunitas yang baru itu menjadi Komunitas mandiri, terlepas dari induknya, di Do\u00adngen.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jangka waktu satu abad, situasi di Belanda menjadi sangat ber\u00adubah. Pemerintah Belanda memberikan subsidi bagi pendidikan yang di\u00adkelola oleh para religius. Didukung oleh dana yang ada, Kongregasi sang\u00adgup mengutus para Suster untuk mewartakan iman Katolik ke daerah Misi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sejarah lahirnya SFD di Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina Indonesia lahir dari situasi dan perkembangan Kongregasi Suster-suster Fransiskanes Dongen.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tanggal 17 Maret 1923, Misionaris per\u00ad\u00adtama (Sr. Edmunda Mulder, Sr. Hildegardis de Wit, Sr. Salesia Hazelzet, Sr. Leo Pelkmans, Sr. Pu\u00addentiana Cuelenaere, dan Sr. Laurentine Pijnenburg) berangkat dari&nbsp; Do\u00adngen,&nbsp; dan&nbsp; se\u00adbu\u00adlan&nbsp; kemudian,&nbsp; pada tanggal 17 April 1923&nbsp; me\u00adreka tiba di Medan, Sumatera Utara. Pada tang\u00adgal 11 Oktober 1937, Sr. Clementina Geer\u00adden, Sr. Josephine Jacobs, Sr. Theobalda van Gool, berangkat dari Medan Sumatera Utara dan Sr. Laurentine Pijenburg,&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sr. Josephine Ghuys dari Belanda tiba di Banjarmasin.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengingat minat pribumi untuk terlibat sepenuhnya dalam karya para misi\u00adonaris di Sumatera Utara, maka dibukalah novisiat pa\u00adda tahun 1955, di Jl. Letnan Rata Pera\u00adngin-angin No. 11 Kabanjahe. Ibu novis yang per\u00adtama Sr Mauritia Bavel.<\/p>\n\n\n\n<p>Keinginan untuk mengikutsertakan pemu\u00addi-pemudi pribumi dalam pelayanan di Kaliman\u00adtan, mendorong Pemimpin Kongregasi untuk mem\u00adbuka novisiat di Jawa Tengah. Pati me\u00adru\u00adpakan kota pilihan tempat para calon akan di\u00addidik dan diper\u00adsiapkan. Maka pada tanggal 14 Juli 1958, Sr. Josephina Ghuys, Sr. Petra Brou\u00adwers dan Sr. Em\u00admanuel Claer\u00adhouth da\u00adtang dari Banjarmasin ke Pati untuk mem\u00adbu\u00adka novisiat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak novisiat dibuka di Kabanjahe pada tahun 1955, berdirilah be\u00adbe\u00adrapa Komunitas yang tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan dan Ja\u00adwa. Dengan pe\u00adnye\u00adbaran dan perkem\u00adbang\u00adan di Indonesia, maka pada ta\u00adhun 1969 sta\u00adtus Komunitas-komunitas di Indonesia di\u00adting\u00adkatkan menjadi Re\u00adgio, yaitu Regio Suma\u00adte\u00adra Utara dan Regio Jawa-Kalimantan. Ma\u00adsing-masing Pemimpin Regio bertang\u00adgung\u00ad\u00adjawab langsung kepada Pemimpin Umum di Dongen.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsili Vatikan II membawa banyak per\u00adubahan di dalam Gereja.Di E\u00adropa ke\u00adhidupan religius mulai mengalami kemunduran yang mengakibat\u00adkan sedikitnya calon religius yang menggabungkan diri ke dalam Kongregasi. Di Dongen jumlah Suster tidak bertambah ka\u00adre\u00adna tidak ada ang\u00adgota baru, sedangkan Suster-suster yang masih ada semakin lanjut usia. Mengingat situasi yang demikian, dan karena Regio-regio di Indonesia telah dianggap mam\u00adpu untuk mandiri, maka pada bulan April 1991, Sr Ra\u00adfael Kops beserta Dewan Pimpinan Umum mengundang ke Dongen De\u00adwan Pim\u00adpinan Regio Sumatera Utara dan Jawa Kali\u00admantan yaitu: Sr. Veronika Situmorang, Sr. Constantia Purba, Sr. Bernardeta Saragih, Sr. Emma\u00adnuel Claerhouth, Sr. J. Bonaventura Su\u00adharti, agar siap untuk me\u00adnangani sendiri oto\u00adritas kepemimpinan Kongregasi di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Roh Pemersatu yang menjiwai Pendiri Kongregasi mendorong ter\u00adwujudnya unifikasi Regio Sumatera Utara dan Regio Jawa-Kalimantan menjadi satu Regio Indonesia. Penya\u00adtuan Regio dimulai pada tanggal 15 Juli 1998 di Indonesia di\u00adpimpin oleh Sr. Kresensia Sipayung. Sebagai per\u00adsiapan kemandirian, pada tanggal yang sama telah ditetapkan nama baru bagi Kongregasi di Indonesia, meski karisma dan spiritualitas tetap sama. Nama yang meng\u00adungkapkan spiritualitas Kongregasi setu\u00adrut te\u00adladan Santo Fransiskus Assisi ialah SUSTER-SUSTER FRANSIS\u00adKUS DINA&nbsp; (SFD)<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tanggal 16 April 2007 Kongregasi Sus\u00adter-suster Fransiskus Dina (SFD)&nbsp; di In\u00addonesia resmi menjadi Kongregasi mandiri di bawah wewe\u00adnang yu\u00adrisdiksi Keus\u00adkupan Agung Semarang, yang dinyatakan dalam Dekret dari Tahta Suci di Roma melalui Kongregasi untuk Evange\u00adlisasi Bangsa-Bang\u00adsa, Prot. N. 1534\/ 07 ter\u00adtang\u00adgal 31 Maret 2007 yang dipimpin oleh Sr. A\u00addriana Turnip, SFD.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Media Sosial:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-social-links is-layout-flex wp-block-social-links-is-layout-flex\"><li class=\"wp-social-link wp-social-link-chain  wp-block-social-link\"><a href=\"https:\/\/www.kongregasi-sfd.org\/\" class=\"wp-block-social-link-anchor\"><svg width=\"24\" height=\"24\" viewbox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M15.6,7.2H14v1.5h1.6c2,0,3.7,1.7,3.7,3.7s-1.7,3.7-3.7,3.7H14v1.5h1.6c2.8,0,5.2-2.3,5.2-5.2,0-2.9-2.3-5.2-5.2-5.2zM4.7,12.4c0-2,1.7-3.7,3.7-3.7H10V7.2H8.4c-2.9,0-5.2,2.3-5.2,5.2,0,2.9,2.3,5.2,5.2,5.2H10v-1.5H8.4c-2,0-3.7-1.7-3.7-3.7zm4.6.9h5.3v-1.5H9.3v1.5z\"><\/path><\/svg><span class=\"wp-block-social-link-label screen-reader-text\">Link<\/span><\/a><\/li><\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Pe\u00adrancis pada tahun 1789 oleh  Muder Konstansia van der Linden<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":9682,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[70,67],"tags":[63,62,59],"class_list":["post-10512","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-anggota-koptari","category-anggota-masi","tag-biarawati","tag-kongregasi","tag-koptari"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.7 (Yoast SEO v27.0) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD) | KOPTARI<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Pe\u00adrancis pada tahun 1789 oleh Muder Konstansia van der Linden\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/koptari.org\/en\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Pe\u00adrancis pada tahun 1789 oleh Muder Konstansia van der Linden\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/koptari.org\/en\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KOPTARI\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/KopiManisKoptari\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-03T14:21:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-03T14:53:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"468\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"456\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"stefanus leba\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"stefanus leba\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/\"},\"author\":{\"name\":\"stefanus leba\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/person\/e517d4500ba928715d608c77054f0bdf\"},\"headline\":\"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD)\",\"datePublished\":\"2026-03-03T14:21:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-03T14:53:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/\"},\"wordCount\":1400,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp\",\"keywords\":[\"Biarawati\",\"Kongregasi\",\"Koptari\"],\"articleSection\":[\"Anggota KOPTARI\",\"Suster-suster\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/\",\"url\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/\",\"name\":\"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD) | KOPTARI\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp\",\"datePublished\":\"2026-03-03T14:21:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-03T14:53:11+00:00\",\"description\":\"Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Pe\u00adrancis pada tahun 1789 oleh Muder Konstansia van der Linden\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp\",\"width\":468,\"height\":456,\"caption\":\"Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/koptari.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/koptari.org\/\",\"name\":\"koptari.org\",\"description\":\"Konferensi para pemimpin tarekat\/kongregasi Gereja Katolik di Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/koptari.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#organization\",\"name\":\"KOPTARI\",\"url\":\"https:\/\/koptari.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/KOPTARI-3.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/KOPTARI-3.png\",\"width\":80,\"height\":80,\"caption\":\"KOPTARI\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/KopiManisKoptari\/\",\"https:\/\/www.instagram.com\/kopimaniskoptari\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/@KopiManisKoptari\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/person\/e517d4500ba928715d608c77054f0bdf\",\"name\":\"stefanus leba\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/af0239a0882e9a3a348becf26cef6522ec6ea879124f8f19fa46288c2315b69c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/af0239a0882e9a3a348becf26cef6522ec6ea879124f8f19fa46288c2315b69c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"stefanus leba\"},\"url\":\"https:\/\/koptari.org\/en\/author\/leba\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD) | KOPTARI","description":"Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Pe\u00adrancis pada tahun 1789 oleh Muder Konstansia van der Linden","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/koptari.org\/en\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD)","og_description":"Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Pe\u00adrancis pada tahun 1789 oleh Muder Konstansia van der Linden","og_url":"https:\/\/koptari.org\/en\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/","og_site_name":"KOPTARI","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/KopiManisKoptari\/","article_published_time":"2026-03-03T14:21:02+00:00","article_modified_time":"2026-03-03T14:53:11+00:00","og_image":[{"width":468,"height":456,"url":"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp","type":"image\/webp"}],"author":"stefanus leba","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"stefanus leba","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/"},"author":{"name":"stefanus leba","@id":"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/person\/e517d4500ba928715d608c77054f0bdf"},"headline":"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD)","datePublished":"2026-03-03T14:21:02+00:00","dateModified":"2026-03-03T14:53:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/"},"wordCount":1400,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp","keywords":["Biarawati","Kongregasi","Koptari"],"articleSection":["Anggota KOPTARI","Suster-suster"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/","url":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/","name":"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD) | KOPTARI","isPartOf":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp","datePublished":"2026-03-03T14:21:02+00:00","dateModified":"2026-03-03T14:53:11+00:00","description":"Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes Dongen mulai terbentuk akibat Revolusi Pe\u00adrancis pada tahun 1789 oleh Muder Konstansia van der Linden","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#primaryimage","url":"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp","contentUrl":"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/SFD.webp","width":468,"height":456,"caption":"Kongregasi Suster-Suster Fransiskanes"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/koptari.org\/kongregasi-suster-suster-fransiskus-dina-sfd\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/koptari.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/koptari.org\/#website","url":"https:\/\/koptari.org\/","name":"koptari.org","description":"Konferensi para pemimpin tarekat\/kongregasi Gereja Katolik di Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/koptari.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/koptari.org\/#organization","name":"KOPTARI","url":"https:\/\/koptari.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/KOPTARI-3.png","contentUrl":"https:\/\/koptari.org\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/KOPTARI-3.png","width":80,"height":80,"caption":"KOPTARI"},"image":{"@id":"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/KopiManisKoptari\/","https:\/\/www.instagram.com\/kopimaniskoptari\/","https:\/\/www.youtube.com\/@KopiManisKoptari"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/person\/e517d4500ba928715d608c77054f0bdf","name":"stefanus leba","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/koptari.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/af0239a0882e9a3a348becf26cef6522ec6ea879124f8f19fa46288c2315b69c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/af0239a0882e9a3a348becf26cef6522ec6ea879124f8f19fa46288c2315b69c?s=96&d=mm&r=g","caption":"stefanus leba"},"url":"https:\/\/koptari.org\/en\/author\/leba\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10512","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10512"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10512\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10512"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10512"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/koptari.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10512"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}