Kongregasi Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) adalah kongregasi religius wanita yang mengabdikan diri untuk melayani Tuhan dan sesama melalui karya-karya pelayanan yang ada. Berakar pada spiritualitas Hati Kudus Yesus dan Bunda Hati Kudus, Kongregasi PBHK telah melalui perjalanan sejarah yang penuh perjuangan serta pengorbanan. Sebagaimana tertuang dalam Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium yang menyatakan bahwa kaum beriman Kristiani, yang berkat Baptis telah menjadi anggota Tubuh Kristus, terhimpun menjadi Umat Allah, dengan cara mereka sendiri ikut mengemban tugas imamat (pengudusan), kenabian (pewartaan), dan rajawi (kepemimpinan) Kristus (LG.31).
Sejarah Singkat dan Mengenal Pendiri Pater Jules Chevalier
Kongregasi PBHK didirikan pada tanggal 30 Agustus 1874 oleh Pater Jules Chevalier, seorang imam Dioses dari Prancis yang memiliki devosi mendalam kepada Hati Kudus Yesus dan Bunda Maria. Pater Chevalier, menyatakan keinginannya untuk masuk seminari dan menjadi imam. Karena miskin, orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolah dan asrama seminari menengah. Bagi Jules tidak ada jalan lain selain belajar ketrampilan.

Ketika berumur 17 tahun, tiba-tiba terbuka baginya kesempatan untuk masuk seminari menengah St. Gaultier dalam keuskupan Bourges, karena ayahnya diberi pekerjaan sebagai penjaga hutan di Vatan dan majikan ayahnya rela membayar uang sekolah serta asrama seminari menengah untuk Jules Chevalier. Umur 22 tahun, pada bulan Oktober 1846 Jules masuk Seminari Tinggi di Bourges. Selama 5 tahun di seminari tinggi Jules memperlihatkan bakat alamiah sebagai pemimpin. Jules Chevalier mengambil initiatif untuk membentuk sebuah kelompok yang bernama “Chevaliers du Sacré Coeur“ atau para “Kesatria Hati Kudus”.
Ketika belajar Kristologi, kekayaan devosi kepada Hati Kudus, tiba-tiba menyentuh hatinya secara mendalam. Devosi kepada Hati Kudus itu, dilihatnya sebagai pusat dan rangkuman dari seluruh iman kita. Dengan beberapa temannya, ia mendirikan Asosiasi yang disebut: ”Ksatria-ksatria Hati Kudus”. Tanggal 14 Juni 1851 Jules Chevalier ditahbiskan menjadi Imam di Bourges. Pada Oktober 1854 Jules ditempatkan di Issoudun. Disana ia menemukan temannya dari seminari tinggi, Pastor Emile Maugenest, Sebastien Maugenest yang sudah lebih dahulu menjadi Pastor pendamping di Issoudun.
Merupakan peristiwa yang mungkin kebetulan namun luar biasa bahwa dirinya dan Pater Maugenest merupakan pastor pendamping di paroki yang sama. Peristiwa kebetulan di mana dirinya dan Emile Maugenest bersama sebagai pastor pendamping di paroki yang sama, rupanya bagi Jules adalah tanda kehendak Tuhan untuk membentuk suatu kelompok “Misionaris Hati Kudus”. Pada akhir November Chevalier berbicara dengan Maugenest mengenai cita-citanya untuk mendirikan sebuah Tarekat Missionaris Hati Kudus di Issoudun. Maugenest langsung mendukung ide itu dan pada tanggal 30 November mereka berdua mengadakan novena untuk memohon restu dari Bunda Maria.
Pada tanggal 8 Desember 1854, ketika Dogma Maria Tak Bernoda dimaklumkan secara resmi oleh Pius IX, permohonan mereka dikabulkan. Tanggal itu oleh Pater Chevalier diangkat menjadi Hari Pendirian Tarekat MSC.

Pada saat pengumuman liturgi misa hari minggu, 30 Agustus 1874, Pater Chevalier mengumumkan sebuah Tarekat baru didirikan, Putri Bunda Hati Kudus (PBHK). Pater Chevalier menginginkan agar ada sekelompok putri-putri yang memberikan penghormatan khusus kepada Maria yang memilliki kedekatan personal dengan Hati Kudus Yesus. Tujuan Pater Jules Chevalier mendirikan Kongregasi PBHK adalah untuk melakukan karya Gereja dalam bidang pendidikan khususnya kaum puteri, bidang kesehatan dan menangani kaum miskin dengan semangat yang sama seperti MSC. Hal yang khusus dari tarekat ini adalah perpaduan antara hidup kontemplatif dan aktif, dimana karya kerasulan di tengah masyarakat harus didukung oleh semangat hidup doa yang mendalam.
Pater Chevalier adalah Pendiri Kongregasi MSC dan PBHK
Pater Chevalier memegang tanggungjawab sebagai Pemimpin Umum MSC yang sangat dihormati, dihargai dan dikasihi. Beliau melewati tantangan dan kesulitan dalam tugasnya namun tetap percaya pada kasih Allah yang membantu dirinya. Dengan tekun, taat dan setia pada kehendak Allah, Jules Chevalier mempersembahkan segala yang terbaik bagi Allah melalui tugas dan tanggungjawabnya dalam kongregasi. Usia lanjut dan sakit yang dialami juga, ia persembahakan pada Allah dengan penuh kepasrahan dan tanpa mengeluh hingga akhirnya beliau berpulang ke rumah Bapa pada usia ke 83 tahun.
Mengenal Marie Louise Hartzer sebagai Ibu Rohani.
Tahun 1881 Marie Louise Hartzer bergabung dengan PBHK di Issodun diterima oleh Ibu Felicite; dan beberapa suster yang telah bergabung sebelumnya yaitu, Sr. Madeleine, Sr. Emilie, Sr. Claire. Tepat pada 08 Desember 1882 Masa Novisiat dan Pater Chevalier memberi tugas kepadanya sebagai magistra pada usianya yang ke-45 tahun.

Setelah beberapa cobaan dan tantangan, saya mengangkat Marie Louise Hartzer sebagai Superior Tarekat Putri Bunda Hati Kudus ini. Dia amat baik, sangat kudus, bijak dan mampu mengambil keputusan. Saya percaya ia amat cocok untuk tugas ini.” (Personal notes Pater Chevalier). Tanggal 8 Desember 1882, Marie Louise Hartzer, yang berasal dari Alsace (Perancis) mulai memegang tanggungjawab sebagai superior. Pada tahun 1906 Sr. Marie Louise mengambil keputusan untuk memindahkan Rumah Induk PBHK dan Novisiat ke Thuin (Belgia), dikarenakan saat itu muncul gelombang baru penganiayaan terhadap Gereja yang memaksa para suster untuk mencari tempat baru di luar Perancis.
Perjalanan Para Misionaris Putri Bunda Hati Kudus ke Indonesia
Tanggal 14 Juli 1920, rombongan Suster PBHK pertama tiba di Tual dan kemudian ke Langgur untuk memulai karya disana. Suster Angelina van Zeyl, FDNSC, Sr. Tharcisius Bogaers, FDNSC, Sr. Clara Bakkenhoven, FDNSC, Sr. Prisca Timmermann, FDNSC, Sr. Paula Paalvast, FDNSC, dan Sr. Alphonsa Mattens, FDNSC. Para Misionaris Putri Bunda Hati Kudus dari Belanda pertama kali memulai berkarya di Indonesia, di Keuskupan Amboina pada tahun 1920.
Saat ini para Suster PBHK sudah berkarya di beberapa keuskupan di Indonesia, yaitu Keuskupan Agung Merauke Tahun 1928, Keuskupan Purwokerto Tahun 1928, Keuskupan Agung Jakarta Tahun 1948, Keuskupan Agung Semarang Tahun 1981, Keuskupan Manado Tahun 2023, Keuskupan Bogor Tahun 1996, Keuskupan Bandung Tahun 2018, Keuskupan Banjarmasin Tahun 2008.
Karya Pelayanan
Sejak awal berdirinya, PBHK telah terlibat dalam berbagai karya pelayanan. Berikut beberapa bidang pelayanan utama yang dijalankan oleh Kongregasi PBHK:
- Pendidikan: PBHK menyelenggarakan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga SMA.
- Kesehatan: PBHK mengelola rumah sakit, dan poliklinik yang memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat.
- Sosial: PBHK terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, seperti panti asuhan, JPIC, bantuan sosial masyarakat, dll.
- Pastoral: PBHK juga terlibat dalam kegiatan pastoral keluarga, Paroki, Mengujungi orang sakit, dll. Kami membantu umat Katolik untuk memperdalam iman mereka, serta memberikan dukungan pastoral bagi mereka yang mengalami kesulitan.
Karya-karya PBHK di Indonesia tersebar di delapan Keuskupan yaitu:
- Keuskupan Amboina sejak 1920: Ambon, Langgur, Elat, Katlarat, Saumlaki, Arui Bab, Waur
- Keuskupan Agung Merauke 1928: Merauke, Kelapa Lima, Tanah merah, Bade, Rumb, Kepi, Eci
- Keuskupan Purwokerto 1928: Purworejo, Cilacap, Sidareja, Tegal, Slawi, Pemalang, Kapencar, Wonosobo
- Keuskupan Agung Jakarta 1948: Komunitas Kramat dan Komunitas Grogol
- Keuskupan Agung Semarang 1981: Parakan, Yogyakarta
- Keuskupan Manado 1988: Palu, Palolo, Napu
- Keuskupan Bogor 1998: Kotawisata
- Keuskupan Banjarmasin 2008: Asam-asam, Banjarmasin.
- Keuskupan Bandung 2019: Tasikmalaya
Para suster Indonesia yang berkarya di luar negeri dengan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pastoral, yaitu: Roma, Sudan, Afrika, Philipina, dan Vietnam
Nilai-nilai dan Karisma
Kongregasi PBHK memiliki nilai-nilai luhur yang menjadi landasan dalam setiap karya pelayanan mereka. Nilai-nilai tersebut antara lain:
- Cinta Kasih: Cinta kasih adalah nilai utama yang mendasari segala sesuatu yang dilakukan oleh PBHK. Kami percaya bahwa kasih adalah kekuatan yang dapat mengubah hidup manusia dan membawa kebaikan bagi dunia.
- Karya Pelayanan: PBHK berupaya untuk selalu dengan rendah hati dan sukacita memberikan diri untuk melayani orang lain, tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau status sosial. Bahkan selalu bermisi apapun tugas perutusan yang dipercayakan.
- Kerendahan Hati: Kerendahan hati adalah sikap yang penting bagi para suster PBHK. Kami menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka miliki dan capai adalah berkat dari Tuhan. Oleh karena itu, kami selalu berusaha untuk bersikap rendah hati.
- Kesetiaan: PBHK setia pada panggilan untuk mengabdi Tuhan dan sesama untuk menjalankan misi kongregasi dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Karisma PBHK adalah Hati Kudus Yesus yang merupakan sumber kasih dan kerahiman Allah. Para suster PBHK berusaha untuk menghayati karisma ini dalam kehidupan sehari-hari dan mewartakannya kepada orang lain melalui karya-karya pelayanan.
Link Media Sosial PBHK