Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi – Sisters of Divine Providence (SDP), merupakan kongregasi religius dengan hukum kepausan yang berpusat di Munster, Jerman.
Sejarah Pendirian
Pendirian Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi pada 3 November 1842 merupakan tanggapan iman terhadap penderitaan konkret masa itu.
Pastor Eduard Michelis tergerak hatinya oleh kesengsaraan masyarakat, terabaikannya kebutuhan dasar jiwa dan raga, kemerosotan moral dan rohani dari anak-anak yatim piatu, yang berasal dari masyarakat termiskin di Kota Munster, Jerman. Atas dasar iman yang mendalam akan Penyelenggaraan Ilahi, ia menyadari tantangan zaman ini sebagai panggilan Allah dan menanggapinya dengan sikap cinta kasih Kristiani.
Dalam mencari kemungkinan untuk membantu secara efektif, Pastor Eduard Michelis sampai pada keputusan untuk mendirikan kongregasi untuk memberi tempat tinggal dan pendidikan bagi anak-anak tersebut. Ia menemui beberapa pemudi yang merasa dirinya terpanggil untuk hidup membiara dan bersedia mengabdikan diri bagi mereka. Sebagai tugas kerasulan pertama, mereka menerima tanggung jawab atas pengelolaan rumah yatim piatu untuk anak-anak miskin di St. Mauritz, Munster.
Pastor Eduard Michelis mendirikan kongregasi ini sebagai kongregasi apostolik dan terinspirasi oleh semangat St. Vincensius a Paulo “Memuliakan Allah melalui karya untuk keselamatan sesama”.

Dari Jerman Menuju Berbagai Daerah Misi
- Eropa: mulai tahun 1876 akibat Kulturkampf para suster Jerman mengungsi ke negara tetangga di daerah perbatasan Belanda. Di benua Eropa saat ini para suster hidup di Provinsi Jerman dan Komunitas Belanda.
- Amerika: Pada tahun 1895 para suster menyeberangi Samudra Atlantik dan membuka perluasan baru di Brasil – Amerika Latin. Pada saat ini para suster bermisi dalam 1 provinsi; Para suster Brasil juga berkarya di negara-negara tetangga yaitu di Paraguay, Bolivia dan di Mozambik, Afrika Tengah.
- Asia: Pada tahun 1934 suster-suster Belanda datang ke Indonesia. Para suster berkarya di Pulau Jawa, NTT, dan Kalimantan.
- Afrika: Karya misionaris di Malawi, Afrika Tengah dimulai sejak tahun 1960.

Karisma dan Spiritualitas
Karisma: Bersaksi tentang kasih Allah dan harapan kristiani, terutama bersama orang miskin.
Spiritualitas: Iman Kepercayaan kepada penyelenggaraan Ilahi. Spiritualitas Suster Penyelenggaraan Ilahi berakar pada misteri Allah Tritunggal yang mewahyukan diri dalam Yesus Kristus sebagai wujud penyelenggaraan-Nya.
Pengutusan Suster Penyelenggaraan Ilahi
- Hidup Apostolik
Para suster berjuang bersama orang miskin dalam pelbagai karya, terutama pendidikan, kesehatan, sosial, pastoral dan proyek – proyek sosial.
- Hidup persaudaraan dalam komunitas
Para suster Penyelenggaraan Ilahi dipanggil untuk mengikuti Yesus Kristus dalam hidup berkomunitas. Komunitas di tengah karya kerasulan menjadi jawaban iman atas penderitaan zaman.
- Hidup Doa.
Perjumpaan dengan Allah Tritunggal penyelenggara menganugerahkan kekuatan untuk bersaksi tentang kasih Allah dan harapan Kristiani dalam realitas, tempat hidup kita.
Pastor Eduard Michelis, Pendiri Suster Penyelenggaraan Ilahi, selalu menyemangati para suster untuk beriman penuh pada Penyelenggaraan Ilahi. Kata-kata Bapak Pendiri yang senantiasa meneguhkan kami adalah “Tuhan Ada di sini, Itu Cukup Bagiku”. Melalui kesadaran diri dicintai oleh Allah, dibentuk terus menerus melalui situasi dan perjuangan, kami mengalami sukacita untuk dibagikan dan ditumbuhkan.
Tahapan Formasi – Pembinaan
Masa Aspiran: 6 bulan – 2 tahun
- Masa Postulan: 1-2 Tahun
- Masa Novis: 2 Tahun
- Masa Yuniorat: mulai kaul pertama, selama 5-9 Tahun
- On going formation: sejak kaul kekal hingga akhir hayat
Karya Misi Suster Penyelenggaraan Ilahi di Indonesia
Pada tgl. 3 Oktober 1933 Uskup Goumans, Prefek Apostolis dari Bandung, datang ke induk biara di Steyl, menghadap Sr. Vincentia, Pemimpin Provinsi Belanda. Tujuannya ialah meminta suster-suster untuk menangani bidang pendidikan dan pastoral antara umat Tionghoa yang merupakan penduduk minoritas dan terpinggirkan. Sr. Vincentia mendengarkan permohonan ini dengan keterbukaan hati, karena ia mengenal keinginan para suster seprovinsi untuk memiliki daerah misi demi pengabdian khusus menurut semangat Bapa Pendiri.
Perutusan Suster Penyelenggaraan Ilahi ke Indonesia adalah jawaban iman atas kebutuhan gereja dan negara. Para suster misionaris merasa dipanggil untuk berani menjawab kebutuhan yang ada pada waktu itu. Meskipun harus meninggalkan tanah air mereka, dengan kemungkinan tidak akan kembali lagi namun semua ini dipersembahkan kepada Tuhan dengan gembira hati demi kemuliaan-Nya.
Tgl. 4 April 1934 merupakan hari terakhir di tanah air bersama para suster seprovinsi dan keluarga mereka “Pada tgl. 04 April di bawah bunyi lonceng kami yang bahagia karena dipilih untuk misi ini berangkat sesudah mendoakan doa perjalanan di kapel. Para suster lain berdiri di sepanjang jalan sampai pada kereta yang membawa kami ke stasiun; memberikan salam yang terakhir. Seluruh malam kami berjalan sampai kota Marseille. Di sana kapal laut sudah menunggu kami dan di bawah hujan, guntur dan kilat kami masuk ke kapal”
Perjalanan para suster misionaris ke Indonesia dengan Kapal Dempo, dilanda ombak besar dan terkadang diterjang badai yang sangat menakutkan, sehingga membuat mereka sakit berhari-hari. Mereka berdoa kepada Maria Bintang Laut yang adalah pelindung para nelayan Belanda, sambil melihat bintang kejora yang memberi mereka rasa aman dan nyaman. Para suster sampai di Indonesia pada tanggal 26 April 1934. Kita peziarah harapan: terus mendengarkan Allah yang memanggil untuk saling berbagi. Banyak syukur yang perlu dirajut, banyak harapan yang perlu dibagikan dan banyak kehidupan yang layak untuk diperjuangkan. Disini, di bumi pertiwi Indonesia, tanah yang menatang kita berdiri kokoh, di bawah langit yang merengkuh kita dengan penuh kasih, di sinilah kita akan terus berkarya. Menanam kebaikan demi hijaunya kehidupan, menitipkan semesta yang damai bagi kehidupan yang akan datang. Merawat bumi, rumah kita bersama.

Karya Pelayanan Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi di Indonesia:
- Yayasan Pendidikan Penyelenggaraan Ilahi Indonesia (YPII): Menaungi karya-karya pendidikan mulai dari Playgroup – SMA

- Yayasan Sosial Eduard Michelis: Menaungi pelayanan kesehatan di klinik dan rumah sakit


- Yayasan Sosial Penyelenggaraan Ilahi (YSPI): Menaungi karya-karya sosial berupa Panti Asuhan, Asrama, Proyek Anti Human Trafficking, Pendampingan lansia


- Yayasan Griya Paseban (YGP): Menaungi pelayanan rumah retret


- Kepedulian pada sesama dan semesta




Sr. Maria Rosa, SDP
-TUA PROVIDENTIA PATER GUBERNAT –
PENYELENGGARAAN-MU YA BAPA MEMBIMBING SEGALA-GALANYA
Sosial Media Suster SDP