logo M.Ss.Cc

Kongregasi Misionaris Hati Terkudus Yesus Dan Hati Tak Bernoda Maria (M.Ss.Cc)

Identitas Pendiri

Pendiri Kongregasi Misionaris Hati Terkudus Yesus dan Hati Tak Bernoda Maria yang akrap dikenal dengan Biara Hati Kudus adalah santo Gaetano Errico, seorang imam diosesan dari Napoli-Italia. Gaetano Errico lahir pada 19 oktober 1791 di Secondigliano sebuah kota di Napoli-Italia, dan wafat pada pada tanggaal 29 Oktober 1860 di Secondigliano. Santo Gaetano dibeatifikasi dan menerima gelar “yang berbahagia” pada tanggal 14 April 2002 oleh Paus Yohaanes Paulus II. Kemudian pada 12 oktober 2008, Gaetano Errico dikanonisasi dan secara resmi menerima gelar Santo (orang kudus) oleh Paus Benediktus XVI (cf. Directory. Art. 1).  

Latar Belakang Historis

Kongregasi Missionari dei Sacri Cuori di Gesù e Maria (M.SS.CC) lahir dalam konteks kebutuhan pembaruan rohani dalam Gereja Katolik pada abad ke-19. Situasi sosial keagamaan Eropa pada masa itu masih dipengaruhi oleh dampak besar Revolusi Prancis, yang tidak hanya mengguncang tatanan politik, tetapi juga melemahkan kehidupan iman umat. Banyak lembaga Gereja mengalami kemunduran, dan kehidupan religius membutuhkan pembaruan yang mendalam, khususnya dalam bidang pastoral dan spiritualitas. Dalam konteks inilah muncul sosok Santo Gaetano Errico, seorang imam dari Napoli, Italia, yang memiliki kepekaan rohani yang mendalam terhadap situasi umat. Dalam pelayanannya sebagai imam, ia melihat secara langsung kebutuhan umat akan pendampingan rohani yang lebih intensif, terutama dalam hal pertobatan dan pemulihan relasi dengan Allah. Pengalaman pastoral ini menjadi dasar penting bagi lahirnya gagasan untuk membentuk suatu komunitas religius yang berfokus pada pewartaan kasih Allah.

Masa Pendirian dan Kesulitan Awal (1833–1840)

Pada tahun 1833, Santo Gaetano Errico secara resmi mendirikan kongregasi Missionari dei Sacri Cuori di Gesù e Maria di Secendigliano. Inspirasi pendirian ini berakar pada pengalaman rohani mendalam Ketika Gaetano berziarah dan berdoa di Basilika Santo Petrus di Roma. Dalam doa itu, ia merasakan panggilan untuk membentuk komunitas iman yang secara khusus mengabdikan diri kepada Hati Yesus dan Hati Maria, serta melayani umat melalui pewartaan sakramen-sakramen (cf. Bahan ajar untuk para Novis). Selanjutnya, Pada 14 Maret 1836, Ferdinand II, Raja Dua Sisilia memberi izin kepada beberapa imam untuk hidup dalam komunitas di rumah retret di Secondigliano, yang didirikan oleh santo Gaetano Errico pada tahun 1833. Pada tahun berikutnya, tepatnya 30 Juni 1838, kongregasi suci untuk para uskup dan religius mengeluarkan dekret pujian bagi kongregasi M.SS.CC yang terus berkembang. Berita gembira pada tahun berikutnya, yaitu pada 13 Mei 1840, Raja Ferdinand II, Menyatakan kongregasi M.SS.CC resmi berdiri serta memiliki kosekuensi sipil dan kanonik yang sesuai, dan menyetujui statuta/aturan hidup (cf. Directory. Art. 1).

Namun, fase awal ini merupakan masa yang penuh tantangan dan penderitaan. Beberapa kesulitan utama yang dihadapi antara lain: pertama, Keterbatasan sumber daya: Kongregasi baru ini tidak memiliki dana dan sarana yang memadai. Para anggota hidup dalam kesederhanaan bahkan kekurangan. Kedua, Kurangnya dukungan awal: Tidak semua pihak dalam Gereja langsung menerima atau memahami visi kongregasi ini. Hal ini membuat proses pengakuan menjadi lambat. ketiga, Situasi sosial-politik yang belum stabil: Kondisi Italia pada masa itu masih diliputi ketidakpastian, yang turut memengaruhi perkembangan karya-karya Gereja. Keempat, Jumlah anggota yang sedikit: Pada awalnya, hanya sedikit imam yang bersedia bergabung, sehingga beban pelayanan cukup berat (cf. bahan ajar untuk para novis).

Dalam situasi sulit ini, Santo Gaetano Errico menunjukkan keteguhan iman dan kepemimpinan rohani yang kuat. Ia tetap setia pada panggilan yang diyakininya berasal dari Allah. Ia membina para anggota dengan teladan hidup sederhana, doa yang mendalam, dan semangat pelayanan tanpa pamrih. Masa ini dapat disebut sebagai periode “pemurnian”, di mana fondasi spiritual kongregasi dibangun melalui penderitaan, kesabaran, dan kepercayaan penuh kepada penyelenggaraan ilahi.

Pertumbuhan dan Pengakuan Kongregasi (1840–1860)

Setelah mendapat pengakuan dari Raja Ferdinad II, pada 7 Agustus 1846, Kongregasi Suci untuk Para Uskup dan religius, atas mandat Paus Pius IX, mengeluarkan surat persetujuan atas berdirinya kongregasi ini dan aturanya. Pada tahun yang sama, tepatnya 15 September 1846, Paus Pius mengeluarkan Breve Apostolik (surat persetujuan resmi kepausan). Kemudian pada tanggal 27 April 1848, dikeluarkan “Exequatur” Kerajaan atas Breve Apostolik tertanggal 15 September 1846 (cf. Directory. Art. 1).

Dalam rentang waktu inilah (1840-1860) Kongregasi M.SS.CC mulai menunjukkan tanda-tanda perkembangan. Jumlah anggota perlahan bertambah, dan karya pastoral semakin meluas, terutama dalam bidang pewartaan Injil, pelayanan sakramen tobat, dan pembinaan iman umat lewat katekese dan kegiatan rohani lainnya (cf. Directory. Art. 54a). Pada masa ini Santo Gaetano Errico tetap berperan sebagai pembimbing rohani dan pemimpin yang setia. Ia menekankan pentingnya kesetiaan pada karisma Kongregasi, yakni “hidup dalam kasih, pengorbanan dan pelayanan” (Directory. Art. 54 c, d, 55).  

Pokok Pelayanan Sejak Awal Berdiri (cf. Directory. Art. 51-55)

Sejak awal, Kongregasi Misionaris Hati Terkudus Yesu dan Hati Tak Bernoda Maria, memiliki fokus pelayanan yang jelas yaitu

  1. Pewartaan Injil: para anggota konggregasi diutus untuk mewartakan Injil, terutama kepada umat yang sederhana dan mereka yang membutuhkan pembaharuan iman.
  2. Pelayanan sakramen: sakramen tobat (pengakuan dosa)- pendampingan rohani umat- dan sakramen orang sakit. Pelayanan ini dipandang sebagai sarana nyata untuk menghadirkan belas kasih Allah.
  3. Pembinaan iman: katekese, retret rohani dan pembinaan umat. Semua pelayanan ini berkar pada Hati Yesus sebagai simbul belas kasih Allah.

Selain itu, terdapat tiga kelompok utama yang menjadi pusat pelayanan dan perhatian kongregasi M.SS.CC, adalah:

  1. Pelayanan terhadap orang-orang sakit
  2. Orang-orang miskin
  3. Orang-orang dalam penjara

Visi dan Misi Kongregasi (cf. Directory. Art. 56)

  1. Visi

Visi utama kongregasi ini yaitu, bekerja keras tanpa mementingkan diri  sendiri bahkan sampai mati, untuk mewartakan kepada semua orang dalam dan lembutnya cinta dari Hati Terkudus Yesus dan Hati Maria dan untuk menyalakan api cinta ini dalam hati setiap manusia.

  • Misi

Untuk mewartakan Kristus kepada Orang miskin dan untuk menyatakan bahwa Allah adalah Bapa kita dan Ia mencintai semua orang. Mewartakan bahwa Hati Yesus adalah pernyataan kasih Allah kepada kita dan Hati Bunda Maria adalah contoh dan jalan yang harus diteladani untuk menyatakan kasih Allah dalam hidup kita dan membagikannya kepada semua orang. 

Sejarah berdirinya Kongregasi Missionari dei Sacri Cuori di Gesù e Maria menunjukkan suatu proses yang panjang melalui pergumulan iman, tantangan sosial dan ekonomi, proses pengakuan Gereja yang bertahap. Namun keteguhan Santo Getano Errico dalam menghadapi masa sulit menjadi kunci keberhasilan pendirian konngregasi ini. Hingga kini kongregasi ini tetap melanjutkan misinya, yaitu menghadirkan kasih Allah melalui pelayanan kepada umat. Sampai sekarang kongregasi ini sudah dan sedang berkarya di berbagai negara di dunia.