AMORXVIII DAY2 – BELAJAR DAN BERBAGI

Selamat datang hari ke-2. Pertemuan hari ini diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RP. Sunu Hardyanta, SJ. Dalam homilinya, RP Sunu melihat kembali proses pertemuan hari pertama dan menghubungkannya dengan pesan bacaan KS hari ini. Melalui Nabi Yeremia, kita diundang untuk mengikuti cara hidup para nabi. ‘Nabi’ adalah kata kerja yang berarti membawa misi. Yeremia adalah seorang Nabi yang juga membawa misi dari Allah. Yohanes dalam Injil Matius juga menunjukkan semangat kenabian, ia berani mengambil resiko dalam menjalankan misi perutusannya. Kita juga diajak untuk hidup seperti para nabi memiliki kebebasan untuk membawa cinta, keadilan dan perdamaian. Membagikan cinta pada semua ciptaan dan menghidupi semangat kenabian merupakan misi kemanusiaan untuk semua orang.

Hari ini para peserta mendapat input yang memperkaya mereka, semakin menambah wawasan dan pemahaman tentang Ekologi dan Human Fraternity dari surut pandang Gereja dan keberagaman Agama khususnya dalam konteks Indonesia. Sebelum mendapat input dari para narasumber, Sr Lee, OSU (fasilitator) memberikan tinjauan atas proses hari pertama. Ia membagikan rangkuman atas pesan-pesan yang ditemukan dalam homili dan keynote speech Mgr, Robertus Rubiyatmoko, sambutan President UISG dan sharing kelompok melalui percakapan 3 putaran, antara lain: berjalan bersama, kolaborasi, dialog dan solidaritas. Ia menegaskan bahwa pesan-pesan ini adalah  benih yang dapat ditanam untuk menjadi pohon yang merubah hidup kita dan membawa perubahan  bagi sesama.

Input pertama diberikan oleh Mgr Sunarko, uskup keuskupan Pangkal Pinang. Beliau menambah wawasan para peserta mengenai tema pertemuan AMOR yang diambil dari beberapa sumber yakni Dokumen Fratelli Tutti, Laudate Si, Asian Continental Assembly on Synodality dan Bangkok Document FABC 50 – Journeyoing Together ad peoples of Asia. Beliau menutup sesinya dengan mengutip ajakan Paus Fransiskus ‘saya mengajak anda untuk berkarya, menerima para pengungsi, dekat dengan mereka yang miskin, menemukan cara-cara kreatif untk mengajar tentang iman, dan mengajar sesama untuk berdoa’.

Input kedua diberikan oleh Ibu Alisa Wahid, Tokoh Agama – Ketua Gusdurian Network Indonesia, tentang keberagaman di Indonesia dengan 2 topik inti yakni ‘Building Bridges; A Narrative of  Culture of Encounter’ dan ‘Fratelli Tutti in the land of Diversity’. Para peserta diajak untuk melihat realita keberagaman di Indonesia. Salah satu point yang dibagikan adalah tanggapan atas pandemi covid-19 oleh komunitas antarumat beragama Indonesia. Tanggapan ini membawa pesan solidaritas dan pengharapan karena menciptakan solidaritas lintas komunitas umat beragama, melayani mereka yang terpinggirkan, kepedulian terhadap mereka yang sangat membutuhkan.  Input dari Ibu Alisa ditutup dengan satu pernyataan yang luar biasa yakni Fratelli Tutti bukan hanya tentang katolik tapi tentang kemanusiaan.

Input ketiga diberikan oleh Sr Paula, SPC yang membagikan informasi dan karya pelayanan Talita Kum. Talita Kum adalah Jaringan Internasional Hidup Bakti yang melawan perdagangan dan eksploitasi manusia. Satu hal yang menginsipirasi pelayanan Talita Kum adalah Ajaran Sosial Gereja; kehidupan dan martabat pribadi manusia, panggilan untuk keluarga, komunitas dan partisipasi; hak dan kewajiban, perhatian bagi mereka yang miskin dan terpinggirkan; hak-hak pekerja; solidaritas dan kepedulian terhadap ciptaan Tuhan. Talita Kum memberi kesempatan kepada setiap Kongregasi yang mau bekerja sama untuk aksi-aksi kemanusiaan.

Sesi hari ini ditutup dengan sharing para peserta di kelompok kecil kemudian dibagikan ke kelompok besar. Sharing ini membantu peserta untuk membagikan pengalaman, mengintegrasikan dengan materi yang dibagikan dan menemukan pesan apa yang menyentuh/menggerakkan para peserta untuk langkah selanjutnya. Setelah mengikuti hari ke- 2 yang cukup padat, para peserta diberi kesempatan untuk menikmati Kota Jogjakarta di malam hari khususnya di sekitar Malioboro, tempat wisata dan belanja yang khas. Semoga hari ini bermanfaat dan sekaligus bagi para peserta.

Bagikan: